This morning gua pikir gua mengalami masalah besar: kehilangan blackberry. I thought I put it in my right pocket and couldn’t find it pas lagi di perjalanan ke kantor. Dan kesimpulan gua adalah gua kehilangan blackberry dan sepertinya terjatuh pas gua lagi ngambil uang di saku.
Sudah ikhlas dengan kehilangan blackberry, then I spent my day working and did not think about it anymore. Anehnya, banyak teman teman yang khawatir dan tried to contact my blackberry, via bbm dan telepon. They told me, bbnya masih bisa dibbm dan telepon kok. And I found it weird. Kalo emang jatoh, pasti udah diambil orang dan segera diganti nomornya. Dan kecurigaan bbnya ketinggalan pun mulai muncul. At the night, I went home and I was right. I found my blackberry was on my keyboard. Penyakit lupa akut lagi kambuh ternyata tadi pagi -.-‘
Menariknya adalah, gua tiba tiba merasa blackberry gua penting banget dan sayang kalo hilang. Not on the money value, tapi lebih ke historical value bb itu. I already have it for 2 years, and I bought half price of it with my own salary from teaching. Bb itu juga yang nemenin 2 tahun terakhir pas lagi masa masa indah, skripsi, mulai kerja. I guess flash out memori dengan bb dipicu oleh rasa kehilangan. Pertanyannya, kenapa care yang dibutuhkan muncul pada saat kehilangan aja. Gak heran ada pribahasa menyesal selalu datang belakangan.
Kita akan lebih menghargai barang kalo memang sudah sering kita gunakan dan tiba tiba barang tersebut hilang. The money, we can earn it back. Tapi kalo historical value, that is priceless and we can never earn it back.