Dreamer. Competitor. Lover.

Posts Tagged: life

Text

This morning gua pikir gua mengalami masalah besar: kehilangan blackberry. I thought I put it in my right pocket and couldn’t find it pas lagi di perjalanan ke kantor. Dan kesimpulan gua adalah gua kehilangan blackberry dan sepertinya terjatuh pas gua lagi ngambil uang di saku.

Sudah ikhlas dengan kehilangan blackberry, then I spent my day working and did not think about it anymore. Anehnya, banyak teman teman yang khawatir dan tried to contact my blackberry, via bbm dan telepon. They told me, bbnya masih bisa dibbm dan telepon kok. And I found it weird. Kalo emang jatoh, pasti udah diambil orang dan segera diganti nomornya. Dan kecurigaan bbnya ketinggalan pun mulai muncul. At the night, I went home and I was right. I found my blackberry was on my keyboard. Penyakit lupa akut lagi kambuh ternyata tadi pagi -.-‘

Menariknya adalah, gua tiba tiba merasa blackberry gua penting banget dan sayang kalo hilang. Not on the money value, tapi lebih ke historical value bb itu. I already have it for 2 years, and I bought half price of it with my own salary from teaching. Bb itu juga yang nemenin 2 tahun terakhir pas lagi masa masa indah, skripsi, mulai kerja. I guess flash out memori dengan bb dipicu oleh rasa kehilangan. Pertanyannya, kenapa care yang dibutuhkan muncul pada saat kehilangan aja. Gak heran ada pribahasa menyesal selalu datang belakangan.

Kita akan lebih menghargai barang kalo memang sudah sering kita gunakan dan tiba tiba barang tersebut hilang. The money, we can earn it back. Tapi kalo historical value, that is priceless and we can never earn it back.

Text

Pertanyaan yang aneh, tapi pertanyaan itu yang bisa menunjukkan, do you really like your job or not. Mungkin gua lebih pas pake kata “love” daripada “like”. I find myself (most of the time) happy kalo kerja overtime. Here is why:

1. Ada uang lembur (ya eya lah happy!)
2. Kerjaan beres, hati lega
3. Seneng aja ngerjain kerjaan gua

Gua nggak tahu sih kenapa gua suka kerjaan ini. Pas pertama ngelamar bahkan gua masih ragu apa ini pilihan yang tepat. Maklum, gua uda salah pilih penjurusan pas SMA dan dengan fatalnya salah pilih jurusan untuk kuliah. Dengan 2 kesalahan besar itu, gua jadi nggak yakin sama pilihan yang ini. Tapi God shows the way. Ternyata memang kerjaan ini menarik, challenging, and I find myself enjoy doing it. It is just fun to do something yang impactful, dan membuat orang lain punya sense of belonging towards your thing. Awesome stuff!

So, if you want to know are you happy with your current job, do ask yourself, how happy are you when you work overtime ;)

Text

Lagi ngikutin training selama 2 hari. Jadi banyak waktu untuk ngomongin berbagai macam topik dengan teman - teman kerja. Dan salah satunya adalah mengenai *ehem* gaji dan kerjaan. Topik ini termasuk yang sensitif sih untuk orang yang sudah kerja, dianggap tabu untuk ngomongin gaji secara terbuka. Gua sendiri agak kurang ngerti sih kenapa, mungkin untuk menghindari kecemburuan sosial kalo ada yang merasa gajinya kurang atau gak sesuai dengan kerjaannya. But I think kalo memang gajinya diberikan sesuai dengan tanggung jawab dan kualitas orangnya, why afraid people knowing about it. Memang no need to brag about it, tapi gak perlu juga ditutupin dan dianggap tabu ngomongin gaji.

Dan obrolan semalam mengingatkan gua sama rencana untuk kerja dan hidup di negara lain. Want to go to Singapore or Australia or Europe countries. Gaji bagus, hidup terjamin. Way better dari di Indonesia. Dan kerja di luar pun lebih kompetitif, which I assume orang - orangnya lebih kompeten dari disini. I hope someday gua bisa kerja di luar, looking for better financial condition, soon. I hope soon is coming now.

"Let me tell you something you already know. The world ain’t all sunshine and rainbows. It is a very mean and nasty place and it will beat you to your knees and keep you there permanently if you let it. You, me, or nobody is gonna hit as hard as life. But it ain’t how hard you hit; it’s about how hard you can get hit, and keep moving forward. How much you can take, and keep moving forward. That’s how winning is done. Now, if you know what you’re worth, then go out and get what you’re worth. But you gotta be willing to take the hit, and not pointing fingers saying you ain’t where you are because of him, or her, or anybody. Cowards do that and that ain’t you. You’re better than that!"

-

Rocky Balboa

Speaking to his son in Rocky Balboa (2006)